Tampilkan postingan dengan label The First Book. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The First Book. Tampilkan semua postingan

Dicurhatin Jadi Prihatin

   Selama gue menjadi seorang Jomblonyess, lebih tepatnya sih cowok single sekitar 8 tahun (sekarang gue kelas 2 SMA) yang selalu nyess (malu-maluin) ketika dihadapkan dengan cewek. Agar gue gak dianggap Homo terus-terusan sama cewek, AKHIRNYA.. gue lebih jaga sikap ke cewek. Biar gak buat illfeel para kaum hawa ini. Hmm... (efek mikir) salah satunya gue menjadi konsultan atau lebih tepatnya good listener atau lebih tepatnya motivator atau lebih tepatnya pemberi saran yang baik atau lebih tepatnya.. SUDAH! SUDAH CUKUP BEGO! LANGSUNG KE KESIMPULANNYA!, hmm.. (efek mikir) sebenarnya sebagai cowok yang dicurhatin sama cewek.

Selama SMA ini pula, gue dibanjiri oleh pertanyaan-pertanyaan galau, labil, bahkan agak jijik gue ungkapinnya yaitu pertanyaan tentang.. "gue ganteng gak sih?". Alhamdulillah kebanyakan yang mau curhat sama gue itu cewek, cowok paling cuma 1 dan itu yang tadi (muka gue mengkerut). Bersyukurnya lagi, gue bisa jadi lebih akrab sama mereka, mereka jadi tambah gak jijik lagi sama gue dan gue 
jadi bisa mengetahui isi hati dari seorang cewek. Dan itu point pentingnya!, karena dengan itu insyaallah gue gak Jomblo lagi. Gara-gara itu juga gue lebih bisa gas dan rem aktifitas bego gue dihadapan cewek. Gue juga lebih memahami karakteristik cewek, jadi kalo gue milih pacar, gue jadi lebih tau dia suka apa, gak suka apa, sifatnya gimana, pola pikirannya gimana dan lain-lain. Hal itu juga yang membuat gue jadi lebih Percaya Diri untuk deketin cewek, walau sekedar ngobrol dan berkata "HAI". Pokoknya menjadi seorang yang dicurhatin apalagi gue seorang cowok yang dengerin isi curhatan dari seorang cewek, membuat gue jadi agak lebih yakin bahwa gue gak jelek-jelek amat, jadinya gue gantengan hehe. 

Gue sih sering menerima curhatan dari adek kelas, temen disekolah, sampe sahabat. Dan kebanyakan mereka curhat lewat pesan yang ada di Facebook, dan gak jarang pula lewat SMS. Gue jarang melayani lewat SMS karena gue jarang ada pulsa, maklum cowok jomblo gak modal. Jujur aja 3 bulan gak ada pulsa dan sekalinya 
ada pulsa, isinya cuma 5000 rupiah. Untung provider gue kalo SMS 4 kali gratis seharian, so... gue bebas kasih saran ke cewek yang curhat sama gue lewat SMS. Emang tragis seorang Jomblo kayak gue ini, pulsa jarang-jarang, cewek-cewek sering illfeel sama gue, pacar gak punya (yaiyalah kan jomblo!). 

Dibawah ini sampe lembar berikutnya adalah isi curhatan mereka ke gue, yang gue singkat biar gak bosen curhatan dia mulu yang gue ceritain. Cekepirit deh! =

Gue galau riz. lagi ada salah paham sama dia. gue mesti gimana coba? sms gue aja gak di bales, gue gak tau lagi mesti gimana? Saran dari lo apa riz?

Icha Balqis (Fb)


Ehm.. (efek dramatis) gini.. sahabatku yang super (loh kok jadi mario lawalata?) salah paham apa cha? jelaskan! ehm.. (Batuk dikit) gini.. cha.. cowok atau cewek atau sebuah relationship itu.. akan lebih enak atau lebih bisa berasa rasa cintanya (dalam konteks kangen) akan lebih enak gak terus-terusan smsan karena "ada" pasangan yang merasa "risih" jika terus-terusan, iya! gue tau kalo gak smsan jg rasanya si pasangan itu kayak gak ada respon atau rasa sayang.. tapi bukan berarti gitu juga.. "ada" pasangan yang lebih nyaman akan suatu hubungan yang gak sering-seringan smsan cha..maka "tarik ulur" kenapa?, survei dilapangan 75% banyak yang lebih suka kalo jarang smsan.. karena mereka akan lebih merasa rindu / kangen yang dalem, sekalinya ketemu.. brrr... rasa itu bener-bener datang kayak pertama PDKT dulu, "dibandingkan!" yang sering smsan.. karena si pasangan pastinya akan merasa bosan.. "dan".. siapa tau si pasangan gak ada pulsa.. dan yang 50% lagi.. kayak seperti lo yang posesive  "harus" sering smsan. Sebentar, yang harus diperhatikan sekarang gimana caranya nyadarin gue 75% sisanya 50%?.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kak Fariz? aku boleh curhat ga ka? gini... .sebenernya masalahnya sepele si kak.. jadi temen aku marahan cuma gara-gara status FB "menyindir" dan aku bingung harus gimana? biar gak marahan lagi.. hehe

Citra Mustika (Fb)

Tenang ada Prof. Fariz Fadli Psi. MM. ML. MCK Mber. Mpang. masalah sepele kok diperdebatkan.. kayak anak kecil nih hehe..
hmm gimana ya..hmm (efek mikir) gini aja kamu kasih kiriman ke wall nya bahwa kamu gak bermaksud menyindir dek kamu hanya becanda- becandaan dan kamunya minta maaf kamu bilang juga jangan dipermasalahin lah masalah kecil ini kita kan teman jangan ada permusuhan ya.. gitu aja sih mnurut kakak



-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sarah Evelline S. (FB)

Riz.. gue pengen minta solusi ke lo.. gue galau karena cowok gue jauh dari gue..dia di Jambi dan gue di Medan, gue takut dia mendua.. riz.. tenangin gue. 


Sarah.. temen SMP gue dulu.. gue sebenarnya punya kamus, dan kamus gue itu anti galau, jadi lo itu harus beli kamus kayak gue.. beli sama gue diskon kok 1 % belum termasuk ppn. Tapi tenang.. buat temen SMP dulu.. gue kasih harga cuma-cuma 10 juta rupiah saja!. Gimana tertarik?, ini gue usulin ke lo biar gak galau terus-terus an sar... kayak gue dong.. selalu "MOVE ON" namun gagal. Nenangin lo? mudah aja kok lo istirahat dikasur, baringkan tubuh, pejamkan mata, lalu mati! Lo akan tenang selama lama lama lama lama lama lama nya!. Eh maaf sar... gak kok maksud gue lo tidur aja. Maaf kalo solusi gue ini membangun.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 Ahmad Alvin Renaldi (FB) "curhat lewat telepon" 

Halo Riz.. ni gue Alvin. Gue pengen minta solusi ke lo. Langsung aja ya Riz. Gue bingung nih, kayaknya gue salah milih pacar deh.., gue salah nilai dia. Gimana ya riz? apa gue putus aja sama dia? apa tetep lanjut?. Abis gue nya juga gak mau terus-terusan disakitin gini. Gue juga gak mau punya cewek yang gak baik hatinya Riz. Jujur gue galau segalau-galaunya. Ternyata bener kata lo, gue harus bener-bener lama mengenal dia. Terus gimana dong?. (Sambil sedih ngomongnya) 

(Gue ikut-ikutan nangis, sambil ngabisin tisu sama buka celana) apa hubungannya?. Gini vin.. (tetep cara mario teguh ngomong) sahabatku yang super. Janganlah dikau sesali semua ini, karena kentang sudah jadi nasi. Gue sebenarnya gak bisa kasih pilihan ke lo, putus atau lanjut tapi mending "PUTUS". Jangan galau ya sobat, karena biasanya orang galau besoknya ganteng (sumpah gak nyambung!), lo kan sudah ambil keputusan ya.., lo harus tentukan. Gue kasih solusi segitu aja, takutnya billnya nambah.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Doni Wiguna (FB) 

Riz kali ini gue mohon jujur, dan serius yak! "dia" beneran liatin gue tadi? oiya satu lagi, gue minta saran lo, apa yang harus gue lakukan biar bisa deket sama "dia" karena selama ini gue bodoh!, gue cupu dan pecundang!. 

Oke gue serius kali ini Don.. gue tadi lagi ngupil! jadi gue gak merhatiin dia lagi ngeliatin lo apa enggak. Hmm gini aja, lo pede aja bahwa tadi dia liatin upil gue bentuknya itu geli-geli gimana gitu, terus agak besar, dan berlendir. Nah! mungkin dia liatin upil gue bukan liatin lo, mungkin dia merasa tertarik dengan upil gue yang seksi. Saran gue menurut pertanyaan lo itu, gue saranin.. lo harus bisa duduk disamping dia! biar lo bisa deket dia!. Kalo lo gak bisa juga dan karena lo cupu, atau karena lo gak berani jalan satu-satunya adalah lo harus deketin motornya. Kenapa motor? ya.. kalo lo deketin motornya, lo pasti dikira mau maling motornya, mau gak mau dia pasti dateng, penduduk sekitar dateng terus gebukin lo. Lo jadi ganteng karena bonyok-bonyok terus si dia dateng bawa pentungan, cincang badan lo and say "lo yang selama ini ngincer motor gue?! dasar jahat! jahat! jahat! jahat!" dengan nada manjanya. Lo cuma bisa tersenyum dalam sakit (sakit digebukin). Akhirnya lo bisa deket sama dia kan?? walaupun jalannya menuju pendekatan agak ganjil dan membuat lo jadi ganteng (bonyok), tapi lo harus bangga! ini namanya cinta sejati coy. Kalo misalnya cerita cinta lo dimasukin ke sebuah FTV judul yang tepat adalah "Dikira Maling Kudigebukin". Dimana unsur cintanya?. Yah.. yang penting bisa deket sama dia, bisa ngerasain belaian gebukannya. Tapi gue gak yakin setelah lo deket selanjutnya bisa deket lagi, soalnya dia pasti gak mau deket sama maling. Terus ngapain gue kasih saran gitu?. Intinya, lo jangan jadi maling yak..

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Lia N. (FB) 

Farizzzz... gue pengen curhat, tapi jangan ketawa ya, terus jangan becanda jawabnya. Pokoknya JUJUR!!. Gue sebenernya cantik gak sih? atau jelek? 

Gue gak boleh ketawa ya?. Oke gue diem, (ketawa dalem hati). Ehm! (wibawa lagi), JUJUR nih?. Gue tau ini akan menyakitkan hati lo. Tapi jujur gue minta maaf. Gue sebenarnya gak cantik!, gue JUJUR tau!. Kenapa gue gak cantik?. Ada faktor penyebabnya, baik gue jabarin sekarang. 1. Gue berkelamin titit, berarti gue cowok!. 2. Gue gak pake eye shadow, biasanya yang cantik berhias gitu. 3. Rambut gue pendek, maaf agak kutuan. 4. Gue kalo berpakaian pakenya celana, bukan ROK!. 5. terakhir, gue jelek. Jadi jauh dari kata cantik, masalahnya ini nyokap gue sendiri yang bilang. 

Jadi semua sudah kejawab saudari Lia. Gue gak cantik, tapi gue cowok ( loh? ). Gue sebenarnya malu berkata jujur gini. Masalahnya kalian dari dulu gak tau kelamin gue apa kan?! NGAKU!!. Disinilah gue berkata jujur kalo gue beneran COWOK. Lia semoga senang dengan kejujuran ini. Kalo Lia merasa jawaban gue gagal, yasudahlah. Mari kita nyanyi lagu Bondan Prakoswo and fade to black aja "yasudahlah". Sekian dan terima dikasih.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Riz jujur.. gue pengen curhat lagi ke lo, kali ini gue merasa ganteng gak sih?. Gue nanya gini karena, kok banyak banget yang suka sama gue? 

Ahmad Alvin (FB) 

Waduh?, jujur gue juga merasa paling jelek diantara kalian. Kenapa gue bicara seperti itu, pertama gue udah jomblo 7 tahun. Kedua, cewek-cewek illfeel sama gue. Ketiga, gak ada yang suka sama gue dan gue sedih. Dan keempat, kenapa gue jadi curhat gini?. Alvin.. lo itu disukain bukan karena hanya gantengnya tapi karena ada 1 hal yang buat lo beda dari yang lain. Hal itu tak lain tak bukan adalah rambut kriting lo!. Mereka deketin lo mungkin merasa rambut lo adalah mie yang sangat lezat dan enak untuk dicicipin. Atau mereka menyangkanya, lo itu adalah domba unyu yang berkacamata. Mungkin cewek-cewek lagi penasaran dengan spesies baru dibumi ini. Tapi jujur, lo itu ganteng banget, gue aja kalah ganteng dari lo, shahrukhan aja kalah ganteng dari lo. Lo harus bersyukur ya Alvin, karena jarang-jarang ada cowok ganteng berambut mie.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Riz gua lagi bingung.. gua sudah menyatakan perasaan gue sebenarnya ke dia, tapi melalui sms. Gua gak berani langsung menyatakannya ke dia. Dia juga suka sama gua, tapi dia itu gak enak sama cewek yang pernah deket sama gua sebelumnya. Padahal gua sudah gak deket sama dia lagi riz. Gimana cara meyakinkan dia ya riz?.. 

Ade Imam (FB) 

Hmm.. masalah ini sungguh berat adekku, ehm sori ade maksud gue. Lo itu sama aja kayak gue, gak bisa ngungkapin langsung. Hanya bisa lewat non verbal. Gue cups lo cops jadilah "cupacups" permen gagang kesukaan gue. Loh? kok jadi permen?. Ade temen belakang meja gue. Lo itu sudah enak bahwa si cewek sudah suka sama lo, sedangkan gue? boro-boro suka, kenal deket aja belom, jijik iye.. sedangkan lo! sudah ada 2 cewek yang deket sama lo!, dan mereka sama-sama suka sama lo. Tinggal pilih satu aja, dan kalian kasih PJ ke gue hehe. Selagi cewek satunya lagi gak deket lagi, lo bebas.. bebas mau suka sama siapa aja termasuk cowok!. Maaf kebawa lagi sifat HOMOnya. sebenarnya gue gak homo, maaf gue curhat lagi. Ade.. saran dongo gue ini adalah saran terbaik buat lo, saran tentang teman depan belakang aja. Kita berpelukan ya. "Berpelukannnnnn" sumpah absurd. Ade intinya lo itu "bebas". Hidup Jomblo deh.. bahwa jomblo itu "bebas".

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Berhubung curhatannya sudah abis, dan gue gak mau jadi psikiater curhat bagi temen-temen gue yang galau lagi. Takutnya, malah mereka jadi gila karena ngikutin saran-saran bodoh gue. Gak mau ngebayangin kalo mereka akan melakukan hal diluar batas manusia normal, akhirnya gue resign jadi seorang yang dicurhatin entar malah jadi prihatin.


Sebenernya, jadi Jomlonyessek itu ada enak dan gak enaknya juga, enaknya ketika lo dipercaya bahwa lo adalah pendengar setia dan pemberi jalan keluar bagi masalah-masalah mereka dan hal yang lebih penting lagi adalah lo lebih mengerti perasaan cewek ketika galau dan mengerti bagaimana lo menenangkannya. Point penting buat menjalin relationship. Dan yang gak enaknya, lo 'hanya' akan menjadi pendengar dan soluser tanpa bisa mendapatkan hati cewek yang sedang curhat dengan lo. Terlebih jika yang curhat adalah pujaan lo.

 

kisah hidup gue di SMA

Kisah hidup gue memang sudah dibumbui dengan kekonyolan dan kegoblokan gue sendiri. Fakta dilapangan menunjukkan bahwa,  pertama kali gue daftar di 8 gue sudah bersifat goblok. Pada saat gue daftar, di formulir itu tertera tulisan profinsi lalu suruh diisi, entah kenapa gue disitu muncul sifat asli gue seperti keledai yang sedang bercermin. Gue bertanya sama staf daftar di depan gue,

gue bertanya, "bu, disini profinsi apa ya?" dengan polosnya gue bertnya
staf menjawab, "haha" tampangnya seperti menertawakan keledai yang sedang nyengir dihadapannya,

setelah kejadian itu gue merasa seperti orang yang ber IQ jongkok yang bertanya teori ke ALBERT EINSTEIN.
Lanjutnya "ini propinsi KALIMANTAN BARAT mas"ngek!-_-° kalau ini kalimantan barat kenapa ga ada upacara suku dayak, pikir gue. Untungnya ada staf yg baik memberi tau "ini propinsi JAWA BARAT mas" (walaupun dia memberi tau dengan nada menyepelekan gue), eitts!, gue baru inget nama-nama propinsi di INDONESIA kenapa tadi bisa ga tau gitu ya??.
Oke lupakan itu, kita berlanjut ke MOS, ini MOS ke2 gue, jujur ye gue merasa anak-anaknya ga ada yang niat sekolah. Kenapa gue beropini demikian karena menurut observasi gue, yang begitu lama bahwa gue menemukan kejanggalan, anak-anak yang baru itu banyak yang bertampang acuh tak acuh saat upacara pertama dan banyak yang telat datangnya. Entah kenapa gue saat di hadapkan dilapangan gue merasa anak yang kehilangan induknya kenapa?karena cuma gue yang sama sekali kebingungan dimana gue sekarang! gue saat itu sedang duduk dilapangan dan berbaris sejajar dengan anak-anak yang lainnya. Dibarisan gue tampak seperti anak autis yang serius degan dunianya sendiri. Gue liat ke depan ada yang ngobrol dan bercanda gue liat ke samping juga demikian, apa cuma gue yang ga punya temen dari smp yang masuk ke 8? gue disitu terus berpikir padahal gue sendiri sedang ga berpikir apa-apa, gue serius memandang ke depan. Lalu tak lama kemudian menunggu untuk dikemanakan gue ini selanjutnya, gue melihat kakak osis memanggil nama-nama siswa untuk masuk ke kelas yang telah ditentukan. Setahu gue, kelas ini hanya sementara, ternyata kelas yang telah ditentukan ini untuk 1 tahun selanjutnya. Gue masuk ke kelas X3, yang pertama gue amati saat itu adalah ada ga cewe yang cantik dikelas ini.
Hmm..gue duduk dibarisan X3 sambil memandangi, ada ga sih, cewe yang manis dibarisan X3 in,i ternyata ada cewe itu putih dan terlihat polos. Tapi gue ga hanya berpatokan di 1 tempat gue melarak-melirik dibrisan lainnya,yang gue liat si cowo yang bertampang tablo sambil manggap memandangi langit, mungkin dia lagi berpikir kali! kenapa langit ada diatas. Gue langsung berpaling dari hadapan cowo tersebut, kalau gue liat terus mungkin gue akan kehilangan nafsu makan siang gue. Tak lama kemudian gue dan rombongan X3 masuk kedalam kelas, kelas gue dilantai 2, gue sempat bingung kenapa ini kelas ga ada keramiknya? setahu gue, sekolah ini daridepan elit tapi, kenapa didalam kumuh? bayangkan, seorang anak yang baru masuk SMA aja sudah berpikir maju masa kalah dengan pejabat diluar sana si? loh kok jadi ngebahas pejabat si..??
dikelas ini gue pertama kali kenal dengan seorang teman cowo berrnama JACK rambutnya gue perhatiin plontos mungkin dia mau masuk abri kali, tapi entah kenapa pertmuan pertama gue ini ga baik gue susah banget ngobrol sama dia ketika dia ngobrol sama gue
"riz gue punya temen dikelas ini!"
gue jawab "oh siapa?"
dia jawab"ada banyak deh"gue jawab"ya siapa aja?""hmm hehe"senyum kecutnya berimbas ke gue.Kenapa dia ngebahas soal temennya kalo ga mau diceritain ke gue?pikir gue. Sejak saat itu gue bagaikan berada didalam sekolah SLB kalangan atas dimulai dia lalu DIDI yg slalu menjawab pertanyaan dengan jawaban anehnya misalkan kakak osis bertanya ke X3 ada yang bisa buat lagu? sunyi.. 
tapi DIDI menjawab ada kak sambil tertawa ngakak padahal tak ada yang lucu saat itu. Gue berpikir bahwa ada yang ga beres dikelas ini. Lalu, gue sempat kenalan dengan manusia yang mungkin ini anak kuper diminta gue dan benar-benar ga ngerti style ternyata, dia anak yang sangat gaul layaknya spiderman yang terus berubah kostum dan manjat gedung yang tinggi. kenapa gue ibaratkan demikian karena entah tau kenapa dia selalu main ditembok layaknya laba-laba mencari makan. hmm.. temen-temen gue yang baru gue kenal ini memang memberikan inspirasi gue untuk lebih melakukan observasi gue selama ini. Okey deh lanjut ke KP3 gue aja deh, KP3 mungkin baru gue alami pertama kali di SMA ini. KP3 ini memberikan banyak sekali pengalaman bagi gue. KP3 adalah suatu pelantikan bersifat umum & havefun, pelantikan ini bertujuan untuk melantik penggalang menjadi penegak, itulah pengertian simple gue. Ke cerita gue aja langsung oke, gue dan seluruh siswa 8 otomatis memakai peramuka. Sebelum masuk ke sekolah semua tas diperiksa sama kakak Osis, gue takut banget pas waktu itu soalnya gue bawa benda tajam mau tau apa? benda itu ialah gunting! sebelum diperiksa gue sudah cemas -.-°, setelah dipriksa kata kakaknya "kok bawa benda tajam" gue jawab dengan bijak dan santai (padahal gue sendiri sudah dag dig dug) "kak ini gunting yang aku bawa dari rumah untuk ngebuka makanan kak.. "dengan muka dongo gue menjelaskan. Kakak jawab "iya sudah kamu boleh masuk" "makasih kak" jawab gue. Gue langsung masuk ke kelas yang telah disediakan. Oya perlu diketahui gue saat itu menjabat sebagai ketua grup hhe. Langsung aja saat malem harinya. Gue dan anak-anak lain disuruh keluar dari ruangan untuk dipaparkan dilapangan bak luasnya (bahasa lebai gue keluar deh) padahal lapangannya kira-kira lapangan voli di deket rumah gue yang sudut-sudutnya dihiasi oleh pohon yang amat kritis tipisnya. Tak lama kemudian mata kita-kita ditutup pakai dasi peramuka punya kita sendiri. Singkat cerita... kelas gue terbagi 2 kelompok gue kelompok ke2 dan Didi kelompok pertama, gue beserta kelompok lainnya menunggu layaknya menunggu pengadilan teroris berdarah hangat sdikit dingin (ngomong apa sih gue?).. Ntah knp disaat genting begini gue kebelet BAK temennya dari BAB tau kan... Jujur gue bingung banget saat itu,  sudah ga ngeliat kakaknya ada dimana, akhirnya setelah menunggu 15 menit (lama juga nunggunya ya) akhirnya seorang kesatria bajak laut ehh relawan penolong membantu gue. "Helo ada kakaknya didepan?" saut gue, "hmm ada apa dek" seorang cowok membalas, "kak" tangan gue meraba tangan kakak kehadapan gue, "kak saya boleh ke toilet? "tanya gue, "oya boleh tapi kamu jangn lepas tutupannya ya! "ujar kakak, gue menganggut, "ayo pegang tangan kakak", "baik" entah kenapa gue berpikir ada yang janggal dengan kakaknya kok seneng banget ketika gue pegang tangan inginnya, gue tiba ditoilet. "kamu sekarang boleh lepas tutupanya "ujar kakak, gue lepas tutup mata gue, ternyata kakak yang nganterin gue tak lain tak bukan ketua OSIS saat itu. Selesai gue dari toilet kakaknya kembali mengantarkan gue. 
nunggu-menunggu sekitar 20 menit duduk lapangan degan mata tertutup. Ternyata gue baru sadar kakaknya salah menempatkan gue kebarisan! gue tau setelah barisan gue di panggil untuk mengikuti kakaknya pergi muterin lapangan saya kebetulan paling depan duduknya disitu gue harus peka untuk mendengar suara tepukan, hentakan, suara mulutnya berbunyi agar gue tau kakaknya berada dimana. Setelah melakukan hal tersebut. Muter-muter lapangan sampe capek gue dan kelompok ditaruh ditempat entah dimana karena gue sendiri ga meihat tempat apa itu, kakaknya beratnya ke barisan gue "siapa ketua barisan? "gue otomatis ngacung, kakak bertanya lagi" loh kok kamu ikut ngacung ngomong keorang belakang gue", "loh kak saya ketua barisan ini saya X.7"  ujar orang belakang,
SUNYI..
gue berpikir, gue kayak orang pelanet yang nyasar ke bumi untuk menghancurkan bumi dengan kedongoan gue! "kamu dari kelas mana? "ujar kakak tanya ke gue, "saya dari X.3 kak"  jawab gue, "oh yaudah kamu ikut kakak ke barisan kamu "iya kak" . Baru aja bangun lalu dituntun kakaknya gue langsung jeblos ke selokan "GUBRAK" kakak yang tadi jaim berubah jadi orang stres kesenengan melihat keledai terperosok ke selokan. Ah kakak jatuh ni Aw sakit kak kakiku huh, kakaknya tertawa ngakak sambil mengangkat kaki gue perlahan. Kenapa kakak yang tadinya galak menjadi orang yang friendly dan disitu gue dianggap kakaknya seakan keledai bodoh yang terperangkap di bendungan kecil.  Kembali dibarisan gue memegang kaki temen gue yang gue anggep orang kepercayaan gue saat itu dia adalah JONI gue menganggap dia awalnya seperti bocah umur 2 tahun yang baru belajar jalan dan mengenal dunia luar secara keseluruhan dan entah kenapa setiap gue bicara dengan dia gue paling benci melihat matanya yang sayu bagaikan bocah yang baru bangun dari tidurnya risihnya lagi ketika dia cengo melihat hal yang aneh dihadapannya sampai-sampai lalat hinggap dimulutnya yaks!. Tapi sebenarnya si JONI ini anak yang pandai dan berintelektual yang tinggi bayangkan gue aja belajar bahasa pelanet dari dia dan berdebat hukum dari dia. Singkat cerita di KP3 gue dan kelompok gue ditatar oleh kakak kelas dengan pertanyaan yang mengoyak jiwa gue! gue inget banget ketika ada kakak yang nanya siapa PK kalian kita jawab kak BOTAK kakak yang nanyapun tertawa dan kakak tersebut memberitahu bahwa PK gue namanya kak YOGA. Pengalamn yang tak terlupakan bagi gue sangat indah dan terkesan selama gue baru masuk SMA ini. Pengalaman memang memberikan hal yang banyak untuk diri kita sendiri khususnya.

Tak Lebih Bahagia Dari Seorang Jomblonyess

"Dek.. nanti malem anterin mama ke pasar malem yak! mama mau cari bawang!" teriak nyokap gue dihalaman rumah. Ketika itu gue lagi tiduran dikamar sambil update status terbaru, statusnya : sore-sore gini mak gue sudah ngajak gue jalan, ke pasar malem..dan itu setiap malam minggu". Yak! ritual ini telah lama nyokap kerjain ketika tahun 2011 yang lalu, ketika itu lagi marak-maraknya pesta pasar malem, dikomplek gue. Bukan berarti pasar malemnya dikomplek gue, bukan, tapi tetangga-tetangga gue sering banget ngajak ke pasar malem, hanya sekedar mencari alat-alat rumah tangga dan makanan kecil yang tentunya murah meriah. Parahnya, pasar malem itu dibuka pada saat malam minggu aja.
Biasanya, malam minggu di bumbui dengan suasana romantisme dengan pasangan. Tapi kalo semacam Jomblonyess kayak gue, kayaknya malam minggu itu sama aja kayak malam-malam yang lainnya. Nyess banget. Sepi, hampa, kosong, gak ada sapaan "hai sayang.." ke gue. Kembali ke teriakan nyokap disore yang dibilang basi ini. "iya ma.." jawab gue 
kalem. Gue lanjutin lagi tidur-tiduran gue sambil kayang.
Gak kerasa sore telah berganti malem, akhirnya, jalan-jalan yang terbilang gak elit ini gue mulai. 

Seorang jomblonyess kayak gue ini, ritual yang dilakukan kalo setiap malem minggu, gak lain gak bukan ke pasar malem yang gak elit. Tau sendiri kalo kepasar malem pasti banyak banget orang-orang kampungnya, dimulai dari yang alay, labil, item-item, ada juga yang bau (gue yakin nih orang gak ada air dirumah), kumel, sampe ada yang diganteng-gantengin tapi malah gagal. Mayoritas pengunjung pasar malem pastinya orang yang lagi pacaran. Mereka beduaan, gandengan tangan, lengkap dengan pakaian yang dibilang sederhana. Persis namanya, 'Pasar Malam' pasar yang dibuka malem-malem. Selain dibilang pasar, pasar malem juga sebagai hiburan, 'Hiburan Rakyat'. Hiburan yang umum untuk siapa aja, yang dateng beragam, dari orang sederhana, kampung, sampe orang elit yang pelit. Makanya "dia" (orang elit) ke pasar Malem buat menghemat. 

Gue sendiri seorang jomblonyess, nyess banget. Kalo jalan pasti bedua nyokap. Nyokap ibarat pacar first love gue. Pacar kesayangan gue, yang pastinya gak pernah lepas dari kemana gue pergi. Setiap jalan ke mall, pasar ikan, pasar malem, sampe ke WC bedua nyokap. Kalo gue beneran punya pacar, ini udah kayak perangko sama amplop. Gak pernah lepas. Serasi banget dah jadi pasangan. Banyak tetangga-tetangga gue yang bilang ke nyokap gue. "udah kayak pacaran aja nih.. beduaan melulu.." sambil ketawa kecil diselingi candaan. "haha iya.. abis dia satu-satunya jagoan saya bu.." nyokap memuji gue, (baru kali ini dipuji). Emang, setelah kepergian bokap 9 tahun lalu, gue selalu bedua dengan nyokap, kemanapun itu. Mungkin ini yang menyebabkan sampe sekarang gue jomblo. Gue gak bisa lepas dari pacar first love gue yaitu nyokap. 

Setelah makan malem gue dan nyokap, pergi ke pasar malem didaerah Pondok Gede Permai Bekasi. Maklum... daerahnya gak terkenal. "dek kamu siap-siap ya sekarang, yang rapih!" nyokap nyuruh gue. "iya ma.. tenang aku pake parfum kok.." jawab gue, sambil gue ke kamar ambil parfum terus gue semprotin ke badan yang bau ini. 
Nyokap langsung ganti baju yang rapih, lengkap dengan jilbab yang dikenakannya. Gue pun demikian, ganti baju pake celana panjang yang kebetulan lagi sobek sedikit di bagian pantatnya, (celana panjang lainnya lagi dicuci) maklum gue cuma punya 3 stel celana panjang dirumah, kebetulan minggu ini keluar terus jadi yang 2 lagi kotor, terus dicuci. Terus pake jaket kupluk warna putih bahan beludru. Bajunya gue pake kaos gambar Donal bebek. Jadilah gue = Remaja sok imut yang abis disodomi (bagian pantat robek). 

Gue ambil kunci motor dilemari. Lalu gue keluar ke halaman rumah. Buka kunci gembok yang ada dimotor. Nyalain motor antique gue. Cik cik cik cik 'suara stater' malah terdengar seperti marmut kejepit. Brem brem trotot tot tot tot tot.. begitulah bunyinya. Gue manasin motor sebentar. Lalu gue keluarin motornya dari halaman rumah. "ma.. Aku sudah siap, ayo kita jalan! Mama sudah siap?" teriak gue dari luar rumah "oh iya dek tunggu bentar lagi!" teriak nyokap gue dari kamar "oke ma.." jawab gue mengiyakan. 
Gue nunggu 5 menit diluar rumah, sekalian jagain motor. Akhirnya, nyokap keluar dengan dandanan yang sangat rapih persis kayak mau hajatan kawinan presiden. Gue bengong. "ma.. gak kebagusan ya?, kan cuma ke pasar malem?" tanya gue heran. Bayangin aja, cuma ke tempat 'hiburan rakyat' nyokap sampe segitunya berpenampilan, apa dia lagi ingin mengingat kenangan dulu, ketika di apelin bokap, persis ke pasar malem juga?. Dan malam ini malam minggu, malam apelnya buat para sejoli. "hmm.. kebagusan ya?" nyokap bertanya ragu. "ohh.. gak kok ma.. normal pakaiannya" gue menekankan agar mama gak tampak kecewa dengan hasil dandanannya malem ini. Nyokap mengunci pintu. Memastikan telah tertutup rapat pagar dan pintu rumah. Gue menyuruh nyokap naik ke atas motor. 

Gue gas motor dengan kecepatan yang rendah. Sebelumnya gue hidupkan lampu depan motor, yang agak redup, maklum motor antique... hehe. Nyokap menikmati malam ini, terlihat dari pelukan beliau di pinggang gue yang tidak terlalu keras. Nyokap sempet ngobrol ketika 
di pertengahan perjalanan. nyokap berdehem,
"ehm..dek, kamu risih gak sih setiap malam minggu beduaan sama mama terus?, kan seharusnya di usia kamu sekarang yang 17 tahun, kamu sudah bedua sama pacar kamu.." nada bicara yang serius. 
"hmm.. gapapa kok ma.. aku seneng malah kemana-mana bedua mama terus..lagian kan, aku gak punya pacar, hehe" jawab gue dengan sedikit cengengesan. 
"ah apa bener dek?"
"iya ma.." kalem 
"serius.." 
"heuhh iya." 
"ah boong deh" memaksa gue 
"iya iya ma.."
"haha iya deh.." 
kok malah absurd gini obrolan antara anak dan ibu?. 

Gue melihat disisi kanan jalan, sudah rame orang dan terangnya lampu disetiap lapak. Gue menghentikan laju motor dan membelokkan stang motor ke kanan dan menyebrang ke sisi kanan jalan. Gue mencari tempat parkir. Gue menyuruh nyokap untuk turun dari motor. Gue memarkirkan motor gue di tempat parkiran yang disediakan oleh pasar malem tersebut. 

Gue menghampiri nyokap, yang telah menunggu di pintu masuk pasar melem tersebut. Gue dan nyokap masuk ke pasar malem. Gue celingukan ke kanan dan kekiri. Melihat lapak-lapak yang menawarkan isi dagangannya. Nyokap terhenti disalah satu lapak yang berisi wajan dan spatula.
Gue nanya ke nyokap "ma.. mau beli wajan ya?"
 "iya, wajan mama kan udah item kayak rambut ketek kamu yang item tuh haha" nyokap ngeledek gue, biasa banget nyokap hina gue. Dengan nada candaannya yang khas.
 "oh.. yaudah tanya harganya berapa ma.." 
"bang! ini wajan kecil berapa harganya?" tanya nyokap ke pedagang 
"45 ribu bu!" kata pedagang 
"ah! mahal banget bang?" gerutu nyokap 
"yah segitu bu..udah gak dimahalin kok!" 
"apaan!!, mahal banget! kurang yak!" nyokap nawar 
"ya udah 40 dah.." 
"ah masih mahal! kurang lagi dah" 
"gak bisa bu sudah pas!" trik pedagang jualan,biasa banget kalo pedagang bilang itu harga sudah pas padahal modal cuma 15 ribuan. 
"ah kemahalan! 10 ribu yak"
 "buset bu mana dapet segitu?". Nyokap emang kalo nawar gak kira-kira dari harga normal, dan itu nurun sifatnya ke gue, pernah gue nawar jam tangan 50 ribu jadi 10 ribu. Bukannya dapet 
malah tukang jamnya jadi nimpukin gue pake sendal. "ah lo kalo gak ada uang aja belagu beli jam" tukang jamnya hina gue sambil megar-megarin idung. Gue akhirnya pulang, dari tempat jam dengan benjolan di kepala gue habis ditimpukin sendal, tragis. Setelah nyokap lama, nawarnya karena gak dikasih harga 10 ribu yang sebenarnya modalnya 15 ribu (ya iyalah rugi!) nyokap ninggalin pedagang dengan gerutuan yang sedikit absurd. "ah bodoh tu pedagang, ditawar 10 ribu gak mau, masih mending 10 ribu! tadinya mama mau nawar 5 ribu tuh..kan untung goceng dia! ahh!!" "yaudah ma.. tenangkan diri, jauhkan nestapa, bersihkan hati, bersihkan daki, cuci kaki, lalu mandi!" loh?. Inilah percakapan absurd antara anak dan emak kandung. 

Gue dan nyokap kembali menyusuri pasar malem yang suasananya udah malem (ya iyalah). Nyokap tau kalo malem ini gue mau nyari celana 'training' buat gue tidur, kebetulan celana yang lagi gue pake pantatnya robek. Gue berasa gak nyaman juga make celana robek ini. Kadang-kadang gue tutupin pake tangan gue, kadang gue tutup pake jaket gue yang gue kenakan, kadang juga gue nempel-nempel ke orang-orang biar bisa ketutup, tapi sialnya bukan ketutup malah gue dianggap pencopet, "woyy!! ada PENCOPET!!! dari tadi GREPE GREPE PANTAT SAYA!!!" gue digebukin.
Untungnya, yang diteriaki copet itu hanya hayalan bego gue aja.

Nyokap dan gue kembali menyusuri jalan setapak dipasar malem, sambil tetep fokus nyari lapak yang isinya celana-celana training buat gue. Biasanya kalo sudah malem mata nyokap agak kurang jelas melihat suasana lingkungan, maklum matanya min. Walau sudah pake kacamata sekalipun. Nyokap nunjuk ke tempat orang jualan BH "dek! itu ada celananya! ayo kesana!" nyokap narik tangan gue, sedangkan gue masih dalam kedaan fokus ke lapak lain, dan belum sadar kalo nyokap gue. Narik tangan gue buat ke lapak yang jualan BH. Gue kaget. "MASYALLAH! MA! INI BUKAN TEMPAT JUALAN CELANA TRANINING, TAPI BH!!!!!" masa iya gue nutupin pantat gue yang robek pake BH yang ukurannya 32 A. Gue yakin gue bakal di sangka sama ibu-ibu yang ada dipasar melem "BANCI KALENG GELO" kalo gak "BANCI MABOK TAMAN AYUNAN" masa iya pake BH dipantat. Sebagai seorang banci gue telah gagal, karena salah naro BH yang seharusnya di dada. Gue kembali menyadarkan mama sebelum hal yang gak-gak terjadi, "Ma.. itu bukan training kayaknya tapi, itu BH!!!!", gue menyadarkan nyokap. "Oiya dek!, mama gak liat sih. ya.. siapa tau aja kamu mau pake de.." nyokap ngehina gue lagi dengan senyumannya yang ngeledek. "Ayo ma! kita jalan lagi". Gue dan mama melanjutkan mencari celana training dan yang pastinya tujuan awal "bawang". Gue liat di pasar malem kali ini lebih rame lapaknya daripada malem-malem sebelumnya. Bahkan sekarang udah nambah lapak yang jualan kantong kresek. Gue juga bingung, apa gara-gara gak ada modal, apa gara-gara gak ada kerjaan yang cocok buat dia, atau gara-gara obsesi dari lahir. Gue juga merasa aneh, dan KASIAN. Faktanya, gak ada yang dateng atau sekedar berkunjung ke lapaknya. Gue iba. Gue kalut. Gue pengen banget dateng buat sekedar berkunjung ke lapaknya dan bilang : "anda tidak cocok jualan kresek, anda cocoknya jualan karung goni" (kayaknya sama aja deh, kantong-kantong juga?). Gue sempet berfikir mau beli tapi apa dikata kantong kosong nyaring kentutnya. Gue mengurungkan berkunjung dan lebih memilih. Berdoa agar dia berubah pikiran buat
move on.. (disini gue artiin sebagai pindah ke kerjaan lain) misalnya : jadi germo. Untuk yang satu ini, mohon "don't try this at home". Saran yang lebih bego bahkan lebih hina deh kayaknya. 

Gak terasa setelah muter-muterin pasar malem yang rame dan sedikit bau ketek. Akhirnya... tujuan utama nyokap gue "bawang" ketemu. Jujur aja, sudah 2 minggu ini gue dan nyokap makan dari masakan nyokap itu tanpa bawang. Pasalnya, bawang lagi langka didaerah gue. Katanya (dalam hal ini berita dan tetangga) gara-gara banjir bandang yang menggenangi pertanian bawang. Ya.. kalian tau sendiri Bogor itu (daerah gue) pasti setiap hari, hujan. Dan got-got depan rumah gue meluap, kalo got aja meluap apalagi kali-kali disekitar Bogor. Nah!, itu yang nyebabin gagal panen. Dan ngaruhnya ke pasaran, yang tidak memproduksi atau menjual bawang. Kalo pun ada stok dikit itu pun mahal. Tau sendiri nyokap, kalo nawar harga dibawah modal. Dampaknya : gak jadi beli- makan hambar tanpa bawang. Mau beli sayur yang udah jadi, tapi gak ada 
duit. Setelah banjir bandang berakhir, akhirnya panen bawang dimulai kembali. Dan kebetulan pas gue pergi ini, hari dimana keadaan bawang sudah normal. 

Nyokap nyamperin si tukang sayur. "bu..! bawang sebungkus berapa?" nyokap nanya, "sebungkus, 5000 aja bu!" kata tukang sayur "hmm, 3000 ya!" tetep nyokap nawar "yaudah bu!" "makasih bu!, ni uangnya!". Nyokap berhasil beli bawang. Dan ini sungguh prestasi yang membanggakan. Bayangkan, sudah 2 MINGGU! 2 MINGGU! (efek dramatis), gue makan masakan nyokap tanpa bawang, sedangkan setiap masakan pastinya bahan utama garam dan bawang. Gue dan nyokap lanjutin jalan ke tempat jualan celana training. Muter-muter sekitar 20 menit. Gak ketemu juga. Malah nyokap mulai ngigau lagi, "dek..! itu celana training kan?!" nyokap nunjuk ke tempat jilbab. Sumpah! kenapa setiap ngigau dalam hal penglihatan, pasti nunjuk ke bahan-bahan yang sering wanita gunakan??. Apa jangan-jangan gue beneran banci?. Apa gue terlahir transgender?. Terus bokap gue pengen anak cowok 
, akhirnya titit gue dipertahankan. Terlepas dari, apa gue transgender atau gue waria (wanita ceria)?, gue menyadarkan nyokap, "ma.. itu bukan training" jawab gue lesu, "oiya ya.. bukan" nyokap nyengir. 

Gue dan nyokap kembali berjalan-berjalan dan berjalan. Celingukan ngeliatin orang belanja, nawar barang, diemin anaknya yang lagi nangis, sampe orang pacaran yang beda kasta. Titik terang yang dinantikan akhirnya terlihat, gue ngeliat lapak yang jualan celana training. Nyokap juga ngeliat, setelah itu kita mulai liat-liat celana training yang cocok buat gue. Gue milih-milih dan akhirnya ketemu juga apa yang gue suka. Celana training warna biru, ada garis putih 3 disamping kanan dan kirinya dan bermerk Billabong. Nyokap mulai nanya harga, gue pun demikian (biar keliatan remajanya),
"mas berapa?" nyokap nanya 
"om berapa harga celana ini?" gue nanya juga, 
"35 ribu aja" penjual jembretin harga, 
"yah.. mahal! 20 ya!" nyokap tentunya nawar, 
"waduh gak bisa bu.." 
"berapa dong?" 
"yaudah 25 aja dah" 
"hmm 22 dah"
"ya udah dah!" 
"gitu dong..!". 
Akhirnya, gue punya celana training baru juga, dan bisa menggantikan celana training gue yang robek ini. Gue izin ke nyokap biar bisa langsung ganti celana training gue yang robek ini. 
"Ma.. aku ganti celana dulu ya" 
"ganti dimana? kan gak ada toilet?" 
"dimana ya? gimana kalo aku gantinya di rumah aja!" 
"hmm ide yang bagus!". Kalian merasa ada yang aneh gak, perbincangan antara kedua anak dan mamanya ini?, sumpah! bego banget nih perbincangan. 

Gue tetep make celana yang robek. Masih dengan gaya rapetin selangkangan. Gue dan nyokap tetep jalan beduaan di keramaian pasar malem ini. Kalo diliat-liat malem minggu kali ini terasa berbeda aja, mulai dari lapaknya banyak yang baru, tambah rame, tambah bau ketek, sampe tambah ganteng aja gue dengan gaya rapetin selangkangan. Gue dan nyokap celingukan, "cuci mata" cari-cari barang yang bagus. Kalo dapet mungkin malem ini kita bakal belanja yang banyak. Lebih dari sekedar bawang dan celana training. Ternyata nyokap pengen beli baju tidur. Setahu gue baju tidur emang dikit dan yang lainnya sudah lapuk dan pudar-pudar. Nyokap menyambangi lapak khusus jual baju tidur. Nyokap nyari-nyari, layaknya mak-mak shoping di mall. Kebetulan kalo nyokap nyari barang kayak gini lamanya bisa setengah jam iya SETENGAH JAM! (efek dramatis). Hasilnya, gue hanya bisa menunggu, bahkan kadang gue ikut mencari agar mama cepet dapetnya. Gue bengong liatin nyokap nyari baju, lalu gue juga sok-sok an nyari baju buat nyokap. Gue tunjukin ke nyokap tapi hasilnya gue ditolak mentah-mentah. Gue tetep menunggu, menunggu dan menunggu, sampai akhirnya tiba. Nyokap dapet bajunya dan kini mulai menawar harga. Tau gak rasanya nyokap ketemu sama baju pilihannya itu, kayak terbang ke langit ke 7 terus gue gak balik-balik lagi, loh?. Nyokap nawar, "mas berapa?", "45 ribu aja bu", "yah.. kurang dong", "gak bisa bu", "ih mas mah gak asik" kok jadi kecentilan nyokap gue? 
"yaudah deh 35" 
"25 aja ambil nih" 
"ah gak bisa bu.." 
"yaudah deh..gak jadi" nyokap gue langsung 
pergi meninggalkan pedagang baju itu dan gue pun menyusul. Biasa banget, kalo ibu-ibu lagi nawar terus harga yang dia pengenin gak bisa, akhirnya pura-pura pergi dan berharap dalem hati si pedagang manggil si ibu untuk memberi harga yang telah ditawar. Ternyata, argument gue ini gak berlaku saat ini. Akhirnya, gue dan nyokap balik lagi dengan rasa malu yang..., sumpah BEGO BANGET!. Pedagang belaga jual mahal, tampangnya tetep jaim jaim pengen dipipisin gitu. Nyokap nawar lagi "30 ribu yak!" , "yaudah deh bu..". Akhirnya dibungkus juga ni baju. Dan kita pun pergi meninggalkan tempat itu. 

Berjalan lagi, sambil melihat-lihat gemerlap cahaya dari lampu-lampu neon yang terdapat disetiap lapak. Tersenyum gembira karena telah mendapatkan apa yang gue dan nyokap cari. Terus melangkah tanpa menghiraukan yang lain. Dan tanpa terasa kita pun capek, dan merasa malem telah larut. Gue dan nyokap kembali ke parkiran dan bergegas untuk pulang. Di motor kami tampak akrab, sama seperti awal kami pergi. Gue mengobrol bareng, nyokap merangkul pinggang gue, gue melaju dengan perlahan, dan kami sama-sama menikmati kasih sayang antara anak dan ibu. Dijalan nyokap sempat berucap, sambil tetap memeluk erat pinggang gue, mother say : terima kasih banyak ya dek, untuk malem ini. Gue tersenyum mendengarkan kata-kata itu, dan gue pun berkata dalam hati = "terima kasih mama yang telah menemaniku dari kecil hingga dewasa ini, terima kasih untuk setiap waktumu, terima kasih atas kasih sayangmu yang katanya sepanjang masa itu". Gue tersenyum bahagia malem ini. Ternyata, tak lebih bahagia seorang jomblonyess seperti gue, tanpa adanya seorang "ibu" disisi gue, daripada memiliki seorang kekasih yang belum tentu menyayangi seperti ini.

Jomblonyess



Setelah suntuk belajar dikelas, bel istirahat berbunyi. Seperti biasanya, gue selalu menikmati makanan yang telah dibawakan oleh mama dari rumah. Biasanya ubi tingkat terendah dan yang paling spesial yang pernah mama bawain ialah buah 'pisang'.

Setelah gue menikmati apa yang telah mama bawa dari rumah. Gue mulai keluar dari sunyinya kelas, karena mereka pada istirahat dikantin. Seperti biasa, keadaan sekolah gue dari hari ke hari gak berubah. Disetiap sudut koridor, disetiap meja bundar taman, disetiap bangku panjang depan kelas, tempat para siswa santai duduk-duduk. Pemandangan siswa-siswi lagi pacaran, rangkulan dan pegang-pegangan tangan. Membuat gue iri dan sering kali gue males liat para makhluk tersebut.

Hal ini gue telah rasakan semanjak gue menjadi 'jomblo' akut yang haus akan harmonisme dan romantisme sebuah pasangan. Jomblo bukan hanya buat gue iri, tapi juga membuat gue jadi tambah keliatan 'homo' -nya dihadapan para cewek.

Gue mencari-cari sahabat-sahabat gue entah sembunyi dimana mereka 
biasanya sering gue liat mereka datang ke kelas gue hanya sekedar melihat ke galauan gue sebagai jomblo. Pasalnya selama SMA ini hanya gue yang belum pernah pacaran, dibanding ke empat sahabat lainnya. Walaupun akhirnya dari keempat sahabat gue tiga diantaranya putus dan memilih 'jomblo' untuk kesekian kalinya. Tapi tetep aja gue sebagai pecundang sejati yang belum bisa menaklukan hati para cewek disekitar gue. Jujur aja galau gak ada dikamus kehidupan malam gue, tapi labil karena jomblo itu yang tersusun rapih di kamus dikehidupan malam gue. 

Gue melewati koridor yang penuh para sepasang 'releationship' lagi beduan, tanpa mau memandangi satu persatu. Gue jalan menuju ke kantin. Akhirnya ke empat sahabat gue keliatan juga, di kantin bude. Tempat biasa kami menghabiskan waktu kelabilan bareng. Sambil makan mereka gue datengi. 
"hey! dicariin gak taunya ditempat biasa kalian makan!" menepuk pundak Joni. "uhuk uhuk! iya riz, sampe batuk gue nih.." kata Joni tersedak. "gue pengen cerita nih sama kalian" sambil duduk dikursi panjang milik warung Bude. "cerita aja riz" serentak ngejawab "gini... lo tau kan disetiap sudut sekolah ini pasti banyak banget orang yang pacaran??" "iya gue tau" Joni mengangguk, melanjutkan makan. "entah kenapa ya selama gue jomblo ini gue merasa dunia gue hampa tanpa ada harmonisme dan romantisme dari pasangan", "hmm lo jangan mikir kalo jomblo itu hampa, lo harus mikir juga kalo jomblo juga ada sisi positifnya" Ramdhan angakt suara sambil meneguk segelas es teh. gue mengeriyitkan alis "bener juga ya! tapi tetep kalian lebih baik dari gue, kalian pernah pacaran pas SMA, lah gue? pacaran aja belum pernah, emang apa aja sih positifnya?" gue mendesak, "salah satunya lo gak usah pikirin pulsa setiap hari, lo gak usah takut buat deket sama cewe siapapun! itu yang terpenting!" Ramdhan berbicara lantang seolah memang dia telah mengalami KDP (kekerasan dalam pacaran) karena setiap dia deket cewek pasti pacarnya ngambek selama satu minggu lamanya terus cara ngedieminnya dengan menghibur pake tarian 
hujan, pas hujan sisi keromantisannya dapet banget pasti pacarnya kembali seneng dan 'survive' lagi. " ohhh gitu ya dhan.." gue mengerti. Aldi dan Agus masih tetep menikmati makan pagi menjelang siangnya. 

Selesainya membicarakan keresahan tentang kejombloan gue selama ini, kami pun kembali ke kelas masing-masing karena setelah kelas 2 kita ber lima pisah dari sekelas pas kelas 1 tahun lalu. Ketika gue menyusuri koridor kelas gue melewati para makhluk yang sedang menikmati harmonisme dan romantisme layaknya sebuah pasangan yang baru kawin. Gue masih tetep buang muka gak mau liat keadaan real yang membuat gue turun kasta ini. Kasta makhluk yang pacaran dengan makhluk jomblo itu ibarat kasta brahmana (dewa) dengan kasta paria (jelata) tragis. Setelah melanjutkan pelajaran selanjutnya waktunya pulang. 

Kembali di keramaian para makhluk pacaran. Gue merenung di koridor poskes (poskesehatan) yang identik sepi dari halulalang para siswa. Udara sejuk menghembus disekitar lamunan gue, daun dipepohonan seolah menyapa lamunan gue. Gue teringat akan dulu dimana gue yang masih seneng-senengnya main tanpa mikirin yang namanya pacaran, masih lugu dan imutnya muka gue, dan sekarang muka gue tergolong amit. Dulu pas SD gak ada yang namanya pacaran walaupun dulu gue cinta-cinta monyet. tapi dulu dengan sekarang beda jauh, sekarang gue harus merasakan yang namanya suka, dari suka jadi kangen dari kangen jadi kebayang wajahnya dari kebayang wajahnya jadi galau karena dia dari galau jadi 'cinta' kata cinta yang sesungguhnya, bukan cinta monyet.
 "woy!! ngapain sendirian!??" seseorang membangunkan lamunan gue. "e..- ee.ehh iya! ada apa ya? ohhh.. lo Di... kenapa?" gue sedikit kaget dari lamunan gue, "kenapa kenapa? gue yang harusnya nanya ngapain lo disini? galau lagi lo!" Aldi nepuk pundak gue, "enggak mana ada kamus gue kalo gue galau?? gue cuma lagi merenung akan berartinya seseorang disamping kita ya?" "iya lah riz gue aja walau jomblo gak segitunya mikirin tentang itu" kata Aldi, "enak lo! lo pernah ngerasain pacaran dan itu baru lo alamin 2 bulan yang lalu kan??" kata gue, "hehe iya sih riz tapi kan gue pacaran paling lama cuma 3 bulan dan yang lainnya cuma 1 minggu, bahkan ada 2 hari, gue yakin tu cewek kasian ngeliat gue karena gue nembak dia sampe 15 kali tapi ditolak terus" Aldi murung mengingat hal itu, "yang jelas rasa romantisme dan rasa cinta pernah lo rasain daripada gue yang hanya cinta kepada nyokap gue aja yang bukan pasangan gue", "gini aja riz pasangan itu sudah ada ditangan Allah S.W.T dan akan datang dengan sendirinya, tapi dengan perjuangan juga hehe", iya deh..tapi masalah gue yang buat gue jadi jomblo akut itu adalah kurangnya kepercayaan diri gue" gue menghela napas lesu, "haha" sunyi.. "napa lo tawa?", "engga... lucu aja ada kucing lagi kawin dipojokan sana hehe" Sunyi.. "ergghh" agak sedikit kesal, sistem koordinasi tubunya agak terganggu lagi.
 "yaudahlah Di, gue emang akan selalu turun kasta dan rasa PD gue akan tetap 10 % dari laki-laki normal. "ah jangan ngomong gitu..." 'tettttt tetttt' waktu istirahat selesai 
gue dan Aldi kembali masuk dan menyudahi obrolan yang hampir menemukan titik terang dari masalah jomblo akut gue ini. Aldi memang agak lebih cepat connecting-nya apabila lagi curhat, masalah apapun itu. Tapi karena bawaan jadi terkadang ada aja kesalahan yang dia perbuat ketika lagi hampir menemukan titik terangnya. 

Setiap gue buka status di facebook, maupun timeline di twitter pasti ada aja yang membuat gue gak percaya sama apa yang mereka ketik 'jomblo itu bukan musibah tapi pilihan'.
Kalo gue analisis dan gue jabarkan secara sederhana isi dari status atau timeline itu : Bagi gue sih jomblo bukan masalah atau musibah tapi pilihan karena gue telah memilih bahwa gue menyukai sesama jenis. Gue yakin kalo yang ngetik cowok pasti homo kalo cewek pasti lesbi, (maaf para homo dan lesbi jangan marah ini hanya analisis piss). Hal-hal kecil dari kelabilan gue ini membuka tabir yang terselubung bahwa jomblo bukan satu-satunya makhluk yang kerap dibilang lemah atau gak laku, tapi jomblo hanya sebuah status. 

Gue selama ini selalu konsultasi bukan ke guru BP tentunya, gue bayangin kalo gue konsultasi dengan guru BP gue malah di suruh belajar buat ngerayu guru BP-nya, kebetulan guru BP gue wanita semua dan semuanya mak-mak. Lalu gue jadi cowok yang labil karena gue ngerayu mak-mak dan turun kasta lagi gue. Setelah Jomblo, kasta terendah jadi kasta yang paling rendah lagi entah apa namanya, mungkin kasta paria jadi malaria. 
lanjut ke konsultasi, gue konsultasi ke temen gue (cowok) yang pengalamannya sudah sangat tinggi mengenai masalah cinta dan jomblo. Karena dia juga pernah jomblo 6 bulan, iya! emang bentar tapi sekalinya pacaran dia dapat mempertahankan romantisme dan harmonismenya selama 2 tahunan, jelas dengan ceweknya. Gue bertanya, sekalian curhat ke dia, ketika gue dan dia selesai solat dzuhur, dimasjid sekolah gue. Gue dan dia duduk di koridor masjid yang lumayan kecil gak luas-luas amat itu. Gue dan dia senderan di dinding masjid dan menyelonjorkan kedua kaki kita kearah depan, sambil menikmati pemandangan halulalang siswi yang melintas didepan masjid. "Dan" namanya Dani 
"ehmm lanjut aja riz" kata Dani dengan nada serius, "begini dan.. gue ingin ngebahas kenapa gue masih jomblo sampe sekarang?" "hmm....." berpikir panjang masih dengan nada seriusnya, mengangguk-anggukan kepala, seraya berkata "MANA GUE TAU!!". 

Sunyi.. 

Gue bengong. Gak kebayang yang akan keluar adalah kata-kata itu. Dani kembali membuka suara. "gue gak tau riz.. kan itu masalah kehidupan lo, emang lo gak bisa bergaul gitu? nah! dari bergaul yang benar lo bisa dapet cewek!" kata Dani "Nah! itu dia dan.. gue itu setiap bergaol selalu salah dan gagal.." tatapan muka madesu ciri khas suku pedalaman. "So... susah kayaknya.., gue cuma kasih saran ke lo, hidup Jomblo!" menggelengkan kepala lalu senyum menyemangatkan. "tetap saja ya gak ada solusi terbaik" "satu-satunya lo jangan gagal terus ketika bergaul!" menepuk pundak gue, "ya ya ya.. nasib gue sudah begini" tatapan hampa dan lesu. 

Apapun yang terjadi jomblo bukan spesies baru dibumi, mereka ada disekeliling gue. Bisa aja gue lebih baik dari mereka
para jomblo akut.
Sesuai namanya 'JOMBLO' mempunyai arti tersendiri 
J = Jalani hidup dengan bebas tanpa gangguan hewan buas 'cewek'.
 O = Omongan orang jangan didenger apalagi makhluk gaib.
 M = Maknai kesendirian dengan kelabilan. 
B = Bodo amat lu mau ngejek gue homo.
L = Lama-lama gue homo beneran karena jomblo kelamaan. 
O = Oh Tuhan semoga gue gak jadi homo beneran, cepet-cepet dapet cewek amin.

Seolah para jomblo dipandang sebelah mata, kalo jomblo hanya 6 bulan sih.. menurut gue normal masalahnya yang gak normal itu kalo jomblo macam gue, 8 tahun!. Waktu yang sangat lama untuk gak mengenal pacaran dan rasa romantisme. Dalam keadaan ini dimungkinkan adanya fitnah, entah gue dibilang homo ya.. karena gue emang selalu jalan beduan sama cowok, sering juga kumpul sama cowok. Jarang banget gue ngobrol bareng dengan cewek, makanya fitnah itu timbul dikehidupan gue. Bukannya gue gak pernah ngobrol dengan cewek tapi waktunya yang sangat singkat dan jarang. Terlebih kalo gue ngobrol dengan kaum yang indah ini gak jarang gue melakukan hal dongo gue. Entah gue tiba-tiba garuk-garuk pantat terus gue ciumin baunya, tiba-tiba gue ngomong gak jelas contoh : 
gue = hay, ngapain nih sendirian? 
cewek = gak ngapa-ngapain gue = lah itu ngapain garuk-garuk paha? 
cewek = ya lagi gatel lah! masa lagi sakit?
gue = oh.. apakah yang menyebabkan gue dateng kemari apakah bertanya apakah melakukan suatu keajaiban? ( mencoba melawak) 'tapi gagal' 
cewek = .......

Sunyi.. 

Keadaan dongo gue ini yang menyebabkan para cewek menjauh dari kehidupan gue. Tragis sekali nasib gue. Kadang gue sedih kenapa gue jadi gini. Padahal ketika SD dulu gue itu pendiem banget. Sangking diemnya gue, sampe-sampe kelas gue dulu bau. Gue sering banget berak dicelana pas SD dulu, mungkin gara-gara diem, gue sampe gak bisa ngomong ke guru kalo gue pengen eek. Diketawain sama temen pasti, diejek pasti, apalagi dibilang bau pasti banget. Semakin gue diem dari kejadian itu. Dan karena hal itu yang buat gue juga gak pernah ngomong sama cewek ketika SD dulu.
Setiap gue disekolah, gue selalu curhat ke temen-temen cowok dikelas gue. Curhatin masalah kejombloan gue.

Temen gue yang satu ini care banget sama gue, enak banget diajak curhat. Curhatan gue gini ke dia pas dikelas gak ada guru dan lagi sepi-sepinya kelas, temen yang lain lagi main diluar kelas. Curhatannya gini :

gue           = bar! (namanya barita asli orang batak) gue mau curhat nih 
Barita       = lanjut, curhat aja gue siap kasih kau solusi 
Gue           = gini loh.. kenapa ya gue itu gak pernah bener kalo lagi deket sama cewek 
Barita       = maksudnya gimana nih?
gue           = selalu aja berbuat hal dongo dan ilfeell cewek! 
Barita       = alamak apa ku bilang jangan melakukan hal dongo lagi dihadapan cewek tetep stay cool lah (gue bingung kapan dia kasih saran ngomong aja belum? Kok sudah ngomong 'apa ku bilang'? dengan cirri khas logat bataknya) 
gue           = susah bar.. dari sifatnya gue sudah gitu.. 
Barita       = bah! susah juga kalau gitu jadinya, gini aja kau itu harus mencontoh yang jadi 'Ace Ventura' walau dia dongo dan labil tapi dia bisa dapetin cewek jadi ada sisi seriusnya!
gue           = gue pernah serius tapi kata mereka "kok serius amat sih? gak asik lo" gue murung seperti keledai yang diusir dari spesiesnya 
Barita       = kasian kali nasib kau!. Poin yang tepat buat kau ya harus jadi diri sendiri tapi tetep buat cewek disekeliling kau gak ilfeell sama perbuatan kau 
gue           = oke terima kasih Bar.. Masalah satu lagi gue itu gak percaya diri dan takut buat deket sama cewek yang gue suka gimana tu solusinya? 
Barita = bah! Repot kali kau ini, makanya kau jomblo terus ya itu gara-gara itu! aduh! kau harus berubah kau harus berani. Gua tak habis pikir selain kau dongo kau pengecut (dengan aksen e-nya batak) juga! beraniin diri kau mulai hari ini oke 
gue = baik bar! Horas!! gue bisa melakukannya! Terima kasih ya. 
Gue meninggalkan Barita menuju keluar kelas.

Gue melihat disekeliling gue banyak yang pacaran, gue menunduk, gue liat lagi nampak mereka menikmati keromantisan dari sebuah 'percintaan' gue menunduk, gue liat lagi ada yang lagi marahan sama pacarnya, mungkin mereka lagi merasakan kerikil-
kerikil cinta dari suatu hubungan. Gue menunduk lagi, gue liat lagi dan mendapati ada juga yang lagi sendiri mungkin dia merasakan hal yang sama dengan gue. 

Di pagi hari selanjutnya, seperti biasanya gue dengan sahabat-sahabat gue selalu ngobrol bareng di meja bundar yang ada dideket kantin. Seru-seruan bareng, ngomongin masalah PR, hang out dan cewek. Untuk masalah cewek ini sebenarnya mereka lebih sering ngomongin cewek yang lagi mereka sukai termasuk gue lagi suka juga sama cewek dan gue selalu gagal untuk bisa ngobrol dengannya. Boro-boro ngobrol deket aja gak pernah, gara-garanya gue gak ada rasa percaya diri kalo ngobrol sama cewek maka dari itu gue cukup sms-an sama dia itu juga nomornya gue dapet dari temennya. Lain halnya dengan sahabat-sahabat gue yang lebih percaya diri kalo ngobrol sama cewek, dan akhirnya mereka pacaran dengan cewek yang maing-masing mereka sukai. Tinggal gue yang gagal dan masih jomblo. Setiap cewek yang gue sukai termasuk cewek yang selalu gue sms tersebut, pasti sudah punya 
cowok. Diakhir cerita gue nyesek. Tapi apa daya gue selalu gagal dalam ngadepin yang namanya cewek dan cinta. Kata sahabat-sahabat gue "lo pasti bisa mendapatkan pacar lo bisa gak jomblo lagi dan lagi lo bisa riz!" kata-kata itu yang selalu menjadi spirit dalam jiwa gue. 

Gue merenung, gue kembali ingat kata temen gue, Dani dalam obrolan gue ketika di masjid. Katanya "jomblo itu bebas free.. gak usah mikirin pasangan kita lagi dimana dan ngapain". Emang bener katanya, gue sebagai pelajar seharusnya bebas, bebas dalam ber-explorasi gak terkekang dengan gangguan cewek disamping gue. Gak usah mikirin rasa cemburu dari pasangan kita ketika lagi deket sama cewek lain. Jomblo akut itu bukan ancaman untuk gak bakal dapet pasangan, pasti nanti dapet, gak berarti sekarang. Jomblo itu bukan ejekan lo homo tapi pembangkit rasa buat ber-explorasi dengan petualangan pria. Jomblo itu bukan sendiri, tapi hanya status. Jomblo itu bukan musibah tapi sebutan bagi cowok yang bebas dan gak terkekang.